Keperawatan Komunitas
A. Definisi keperawatan komunitas
Menurut WHO (1959), keperawatan
komunitas adalah bidang perawatan khusus yang merupakan gabungan ketrampilan
ilmu keperawatan, ilmu kesehatan masyarakat dan bantuan sosial, sebagai bagian
dari program kesehatan masyarakat secara keseluruhan guns meningkatkan
kesehatan, penyempumaan kondisi sosial, perbaikan lingkungan fisik,
rehabilitasi, pence-gahan penyakit dan bahaya yang lebih besar, ditujukan
kepada individu, keluarga, yang mempunyai masalah dimana hal itu mempengaruhi
masyarakat secara keseluruhan.
Keperawatan kesehatan komunitas
adalah pelayanan kepera¬watan profesional yang ditujukan kepada masyarakat
dengan pendekatan pads kelompok resiko tinggi, dalam upaya pencapaian derajat
kesehatan yang optimal melalui pencegahan penyakit dan peningkatan kesehatan
dengan menjamin keterjangkauan pela¬yanan kesehatan yang dibutuhkan dan
melibatkan klien sebagai mitra dalam perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi
pelayanan keperawatan (Spradley, 1985; Logan and Dawkin, 1987).
Keperawatan kesehatan komunitas
menurut ANA (1973) adalah suatu sintesa dari praktik kesehatan masyarakat yang
dilaku¬kan untuk meningkatkan dan memelihara kesehatan masyarakat. Praktik
keperawatan kesehatan komunitas ini bersifat menye¬luruh dengan tidak membatasi
pelayanan yang diberikan kepada kelompok umur tertentu, berkelanjutan dan
melibatkan masya¬rakat.
B. Fungsi
Fungsi keperawatan komunitas
dalam memberikan pelayanan keperawatan kesehatan dirumah diantaranya :
a. Fungsi
sebagai Manajer Kasus:
1) Mengidentifikasi kebutuhan pasien
dan keluarga terhadap pelayanan kesehatan,
2) Menyusun rencana pelayanan
keperawatan dan pelayanan kesehatan lainnya di rumah,
3) Mengkoordinir aktifitas tim
kesehatan multidisiplin dalam memberikan pelayanan sesuai kebutuhan pasien di
rumah,
4) Memantau kualitas pelayanan
keperawatan dan pelayanan kesehatan lainnya yang diberikan kepada pasien di
rumah.
b. Fungsi
sebagai Pemberi Asuhan:
1) Melakukan pengkajian asuhan
keperawatan secara komprehensif,
2) Menetapkan masalah (diagnosa
keperawatan),
3) Menyusun rencana keperawatan dengan
mempertimbangkan kebutuhan pasien dan potensi keluarga,
4) Melakukan tindakan keperawatan
langsung mencakup tindakan mandiri dan tindakan kolaboratif,
5) Melakukan observasi terhadap kondisi
kesehatan dan perkembangan/respon pasien,
6) Membantu pasien dan anggota keluarga
mengembangkan perilaku koping yang efektif,
7) Melibatkan anggota keluarga dalam
memberikan perawatan pasien di rumah,
8) Membimbing semua anggota keluarga
dalam melakukan aktifitas promosi dan pemeliharaan kesehatan,
9) Melakukan evaluasi asuhan
keperawatan,
10) Mendokumentasikan
asuhan keperawatan.
c.
Fungsi sebagai Pendidik:
1) Mengidentifikasi pasien dan keluarga
akan pendidikan kesehatan,
2) Memilih metode pembelajaran dan
menyiapkan materi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan masalah pasien
dan keluarga,
3) Menyusun rencana kegiatan pendidikan
kesehatan,
4) Melaksanakan pendidikan kesehatan terkait dengan masalah
kesehatan pasien.
5) Mengajarkan anggota keluarga tentang
keterampilan dan strategi yang dibutuhkan dalam mengasuh anggota keluarga yang
sakit,
6) Mendorong keluarga untuk melakukan
upaya pemeliharaan dan peningkatan kesehatan melalui perilaku hidup sehat,
7) Mendokumentasikan kegiatan
pendidikan kesehatan.
d.
Fungsi sebagai Kolaborator:
1) Melakukan kerjasama dengan anggota
tim kesehatan lain untuk menyelesaikan masalah kesehatan pasien,
2) Melakukan kerjasama dengan
sumber-sumber/fasilitas pelayanan yang ada di masyarakat untuk menyelesaikan
masalah kesehatan pasien.
e.
Fungsi sebagai Pembela:
1) Mendemonstrasikan tehnik komunikasi
efektif dengan pasien dan keluarga di rumah,
2) Menghormati hak pasien,
3) Meminta persetujuan tindakan yang
dilakukan,
4) Melaksanakan fungsi pendampingan,
5) Memberikan informasi kepada pasien
dan keluarga terkait dengan sumber-sumber yang dapat dimanfaatkan untuk
mengatasi masalah kesehatan,
6) Memfasilitasi pasien dalam
memanfaatkan sumber-sumber untuk mengatasi masalah kesehatannya.
f.
Fungsi sebagai Konselor:
1) Membantu penyelesaian masalah pasien
dan keluarganya,
2) Membantu pasien dan keluarga
mempertimbangkan berbagai solusi dalam rangka menetapkan cara yang lebih baik
untuk memenuhi kebutuhan keluarga,
3) Menunjang komunikasi efektif
keluarga untuk meningkatkan penyelesaian masalah,
4) Mengkomunikasikan bahwa keluarga
bertanggung jawab memilih alternatif penyelesaian masalah.
g.
Fungsi Penemu Kasus dan Melakukan Rujukan:
1) Mengembangkan pengetahuan tentang
tanda-tanda dan gejala atau faktor yang berkontribusi dengan kondisi atau
masalah yang akan dicari,
2) Menggunakan proses diagnostik untuk
mengidentifikasi potensi masalah kesehatan atau kondisi tertentu,
3) Menetapkan kebutuhan rujukan yang
sesuai,
4) Melakukan rujukan terhadap kasus
yang perlu penanganan dari tim kesehatan lainnya,
5) Menyediakan pelayanan tindak
lanjut terhadap kasus yang teridentifikasi.
h. Fungsi Penata Lingkungan Rumah
1) Memodifikasi lingkungan yang
memungkinkan peningkatan kesehatan pasien,
2) Memodifikasi lingkungan yang
memungkinkan pasien mandiri dalam perawatan dirinya.
i.
Fungsi Peneliti:
1) Mengidentifikasi masalah-masalah
yang dapat diteliti,
2) Merancang dan melakukan penelitian
keperawatan,
3) Menyebarluaskan hasil penelitian,
4) Mengaplikasikan temuan hasil riset
ke dalam praktik.
C. Aplikasi
Keperawatan kesehatan komunitas merupakan pelayanan yang memberikan
perhatian terhadap pengaruh
lingkungan (bio-psiko-sosio-kultural-spiritual) terhadap
kesehatan masyarakat dan memberikan
prioritas pada strategi pada pencegahan
penyakit dan peningkatan kesehatan.
Falsafah yang melandasi yang mengacu pada
paradigma keperawatan secar umum
dengan empat komponen dasar yaitu; manusia,
kesehatan, lingkungan dan
keperawatan.
·
Pengorganisasian masyarakat
Tiga model pengorganisasian
masyarakat menurut Rothman (1998) meliputi
peran serta masyarakat (localiti
developmen), perencanaan sosial melalui birokrasi
pemerintah (social developmant) dan
aksi sosial berdasarkan kejadian saat itu (social
action) (Mubarak, 2009).
Pelaksanaan pengorganisasian
masyarakat dilakukan melalui tahapan-tahapan
berikut:
1) Tahap persiapan
Dilakukan dengan memilih area atau
daerah yang menjadi prioritas,
menentukan cara untuk berhubungan
dengan masyarakat , mempelajari dan
bekerjasama dengan masyarakat.
2) Tahap pengorganisasian
Dengan persiapan pembentukan
kelompok dan penyesuaian dengan pola yang
ada dimasyarakat dengan pembentukan
kelompok kerja kesehatan.
3) Tahap pendidikan dan pelatihan
Melalui kegiatan-kegiatan pertemuan
teratur dengan kelompok masyarakat
melalui pengkajian, membuat
pelayanan keperawatan langsung pada individu,
keluarga dan masyarakat.
4) Tahap formasi kepemimpinan
Memberikan dukungan latihan dan
mengembangkan keterampialan yang
mengikuti perencanaan,
pengorganisasian, pergerakan dan pengawasan
kegiatan pendidikan kesehatan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar